Rabu, 14 Desember 2011

Profil Lembaga

Sejarah Singkat
    Gagasan didirikan Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh bermula dari ide Prof. Dr. Sahri Muhammad, MS. Ide ini terus berkembang dan semakin mantap menjadi sebuah konsep pengelolaan zakat yang tidak hanya terpusat pada penanganan zakat fitrah saja, namun dapat dilaksanakan harian secara profesional, produktif dan kontinyu. Ide ini kemudian direalisasikan dalam bentuk Lembaga Zakat dan Infaq (LZI) Masjid Raden Patah Unibraw Malang yang dibentuk dengan akte notaris Pramu Haryono, SH. No. 158 tahun 1988, dengan Ir. Sahri Muhammad, MS sebagai ketua pengurusnya.
    Diawali perjuangan keras dan didukung sumber daya pengurus yang sangat terbatas, Lembaga Zakat dan Infaq (LZI) Masjid Raden Patah Unibraw secara bertahap menunjukkan eksistensinya. Guna memperlancar operasional harian ditunjuk Alimuddin, SH sebagai ketua menggantikan Ir. Sahri Muhammad, MS. Tahun 1994 nama Lembaga Zakat dan Infaq (LZI) diganti dengan nama Lembaga Zakat infaq dan Shodaqoh (LAGZIS) Masjid Raden Patah Unibraw.
    Salah satu kegiatan yang dilakukan LAGZIS sebagai rintisan ialah pemberian bantuan hewan ternak dengan sistem revolving (perputaran) dengan modal waktu itu sebesar Rp. 200.000,-. Namun karena kurang efektif, pola pemberian dana dialihkan menjadi bantuan modal usaha yang ditujukan kepada pengusaha kecil. Kegiatan ini terus berjalan dan berkembang hingga saat ini.
    Melihat semakin kompleknya kegiatan yang ditangani, pada tahun 1995 LAGZIS mulai mengembangkan sumber daya pengurus dengan melibatkan elemen mahasiswa. Saat itu jabatan ketua pelaksana harian LAGZIS dipegang mahasiswa yaitu Deddy Wahyudi. Sisi manajemen juga mulai dilakukan penataan, yaitu administrasi, sistem pengumpulan dana, sistem distribusi sampai ke sistem pelayanan.
   Kegiatan LAGZIS semakin semarak ditengarai dengan banyaknya kegiatan besar yang dilaksanakan, baik berskala lokal, regional maupun nasional. Lagzis semakin diakui keberadaannya dengan banyaknya kerjasama yang dijalin, diantaranya dengan pihak PINBUK Jatim, ICMI, BNI '46, Indogement, Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) se-Jatim, Bank Muamalat Indonesia (BMI), Dompet Dhuafa Republika, dan lain-lain. Di samping itu tetap diupayakan memperkuat dan meningkatkan jaringan komunikasi dengan pihak internal kampus Universitas Brawijaya sebagai basis sekaligus lahan yang potensial, kondusif dan strategis.

Visi Misi
Visi
“MENJADI LEMBAGA PENGELOLA ZIS YANG AMANAH, PROFESIONAL 
BERBASIS PENDIDIKAN”
Misi
1.      Mengumpulkan dana ZIS dan bantuan sosial masyarakat;
2.      Manyalurkan bantuan dalam bentuk Dana Sosial, beasiswa, modal usaha produktif serta pembinaan kaum dhuafa.
3.      Mengembangkan SDM yang profesional dalam mengelola lembaga ZIS.

Prinsip Dasar
1. Moral                         :  Jujur, Amanah dan Ikhsan
2. Kedudukan Lembaga  : Non politik, Netral, obyektif, Independen.
3. Manajemen                 : Transparan, Akuntable, Profesional
4. Pengembangan            : Inovatif, Kreatif, pengembangan SDM
5. Pemberdayaan            : Mengentaskan kemiskinan dengan kemandirian.

0 komentar:

Poskan Komentar