Zakka az-zar'u memiliki arti "tanaman itu tumbuh atau berkembang". Menurut bahasa zakat artinya bertambah dan berkembang. Segala sesuatu yang bertambah jumlahnya dan berkembang dengan pesat disebut zakat. Adapun menurut istilah, zakat adalah suatu bentuk ibadah kepada Allah Ta'aala dengan cara mengeluarkan kadar harta tertentuyang wajib dikeluarkan menurut syariat Islam dan diberikan ke golongan atau pihak yang berhak menerimanya. Adapun kaitan antara makna zakat secara bahasa dan istilah adalah bahwa ketika harta dikeluarkan zakatnya maka terlihat berkurang jumlahnya, namun pada hakekatnya harta tersebut bertambah berkahdan jumlahnya.
... 4 !$tBur OçFø)xÿRr& `ÏiB &äóÓx« uqßgsù ¼çmàÿÎ=øƒä† ( uqèdur çŽöyz šúüÏ%Ηº§9$# ÇÌÒÈ
“Dan apa saja yang kamu infaqkan, Allah akan mengantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik” (QS. Saba : 39)
Zakat adalah salah satu rukun Islam dan merupakan sendi-sendi utama agama Islam. Perintah menunaikan zakat sering kali mengiring perintah shalat yang merupakan tiang agama. Pada hakikatnya, zakat merupakan ukuran yang dapat menjelaskan bahwa seseorang lebih mencintai apa yang ada di sisi Allah Ta’ala. Sebab, harta merupakan sesuatu yang paling dicintai seseorang dan yang paling dicintai tentu hanya diberikan kepada Kekasih Tercinta yakni Dzat yang wajib diimani.
Selanjutnya, dengan menunaikan zakat akan bertambah keimanan pada jiwa pelakunya. Karena Zakat merupakan salah satu bentuk amal shalih, sementara keimanan seseorang dapat bertambah dengan melakukan amal shalih. Menurut madhzab Ahlus Sunnah wal Jamaah, amal shalih merupakan bagian dari iman. Iman seseorang dapat bertambah atau berkurang sesuai banyak sedikitnya ia melakukan amal shalih.
Zakat juga dapat menambah kemuliaan akhlak seseorang, karena dalam zakat seseorang mengeluarkan dan memberikan (hartanya). Seseorang yang mengeluarkan dan memberikan harta kepada orang lain berarti memiliki sifat derma atau murah hati. Tidak diragukan lagi bahwa kedua sifat ini termasuk akhlak yang mulia.
Dinukil dari buku Fatwa-Fatwa Zakat karangan “Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsmaini”









0 komentar:
Poskan Komentar